HTML5 Powered with CSS3 / Styling, and SemanticsLevel Double-A conformance, 
          W3C WAI Web Content Accessibility Guidelines 2.0

Berita / Pengumuman Terkini

Blog PN Tanjung Balai

Di halaman ini merupakan berita, pengumuman, relaas serta kegiatan terbaru seputar Pengadilan Negeri Tanjung Balai

SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI E-COURT PADA PENGADILAN NEGERI TANJUNG BALAI

on Jumat, 09 Oktober 2020. Posted in Kegiatan Pengadilan

SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI E-COURT  PADA PENGADILAN NEGERI TANJUNG BALAI

 

 

 

Tanjung Balai, 7 Oktober 2020 Pengadilan Negeri Tanjung Balai melaksanakan sosialisasi penggunaan aplikasi e-court bagi seluruh Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, dan Jurusita/Jurusita Pengganti yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Tanjung Balai pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2020. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh 2 (dua) orang hakim pada Pengadilan Negeri Tanjung Balai, masing-masing Bapak Joshua J.E Sumanti, S.H.,M.H., dan Ibu Yustika Ramadhani Lubis, S.H.,M.H. Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai, DR. Salomo Ginting, S.H.,M.H., dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kegiatan ini. Beliau juga sangat mengapresiasi kontribusi kedua Hakim muda tersebut yang baru dilantik pada bulan April 2020 yang lalu. “Kegiatan hari ini merupakan bentuk kontribusi positif bagi kemajuan Pengadilan Negeri Tanjung Balai. Kemarin sudah saya sampaikan kepada kedua presentator kegiatan sosialisasi ini, agar selain memaparkan dasar-dasar serta pengantar terkait aplikasi E-Court, kita juga akan mengsimulasikan proses persidangan e-litigasi yang tersedia pada aplikasi E-Court”, imbuhnya.

 

 

 

Sebagai presentator pertama dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Ibu Yustika Ramadhani, S.H.,M.H., memaparkan pengantar terkait penyelenggaraan administrasi persidangan secara elektronik pada perkara perdata melalui aplikasi E-Court pada sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 tentang Sistem Administrasi dan Persidangan Secara Elektronik dan SK KMA Nomor 129 KMA/SK/VII/2019 tentang Petunjuk Teknis Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. “Aplikasi E-Court memberikan begitu banyak kemudahan baik bagi pihak pengadilan maupun bagi pihak pencari keadilan yang sedang berperkara. Aplikasi E-Court sudah mencakup e-filling, e-payment, e-summons, dan e-litigation. Bagian terakhir ini merupakan proses persidangan yang dilangsungkan secara elektronik melalui aplikasi E-Court dan akan disimulasikan pada sesi kedua presentasi ini”, pungkasnya.

 

 

 

Pada sesi kedua kegiatan sosialisasi ini yang disampaikan oleh Bapak Joshua J.E Sumanti, S.H.,M.H., diulas mengenai teknis persidangan secara E-Litigasi. “Pada sesi kedua ini, kami akan mengulas kurang lebih 12 Frequently Asked Questions yang timbul dalam praktik persidangan secara E-Litigasi. yang secara garis besar dapat disampaikan sebagai berikut:

 

§   Sidang e-litigasi ditawarkan kepada para pihak yang bersengketa, setelah proses mediasi dinyatakan tidak berhasil. (Vide Pasal 20 Perma No. 1/2019);

 

§   Persidangan secara E-Litigasi secara otomatis berlaku bagi Penggugat, sedangkan bagi Tergugat yang menghadap sendiri (principal) wajib ditanyakan kesediaannya terlebih dahulu. Apabila Tergugat diwakili kuasa (advokat), maka persetujuan untuk persidangan secara E-Litigasi tidak perlu ditanyakan lagi. (Pasal 20 ayat (3) Perma Nomor 1/2019 jo. Bagian E Angka 1 huruf b SK KMA No. 129/2019 jo. Bagian E Angka 1 huruf C SK KMA No. 129/2019);

 

§   Persidangan yang dilaksanakan secara E-Litigasi adalah agenda persidangan pembacaan jawaban, replik, duplik, kesimpulan, dan Putusan. Sedangkan persidangan uang dilaksanakan secara manual adalah agenda sidang pembacaan putusan sela, pembuktian, baik pemeriksaan bukti surat, pemeriksaan setempat, maupun bukti Saksi;

 

§   Para pihak yang bersidang secara e-litigasi, wajib mengunggah dokumen dalam format ms.word dan pdf sesuai hari dan jam batas waktu pengunggahan sebagaiaman disepakati dalam court calendar. Selanjutnya Hakim/Majelis Hakim wajib melakukan verifikasi dokumen persidangan yang diunggah oleh para pihak. Melalui proses verifikasi, secara otomatis dokumen format pdf yang diunggah pihak akan diteruskan kepada pihak lawannya;

 

§   Apabila pihak berperkara tidak mengunggah dokumen ke dalam e-court, maka dianggap pihak tersebut tidak menggunakan haknya, kecuali dengan alasan yang sah, maka sidang ditunda 1 (satu) kali;

 

§   Apabila dalam persidangan yang sedang dilaksanakan secara e-litigasi terdapat pihak intervensi yang akan masuk ke dalam perkara, maka Intervenient wajib mengikuti proses persidangan secara elektronik. Bila pihak tersebut tidak bersedia, Majelis Hakim menyatakan permohonan intervensi tersebut tidak dapat diterima.

 

§   Putusan yang diunggah oleh Majelis Hakim harus diunggah dalam bentuk pdf dan terhadap penggungahan putusan tersebut diartikan SAMA dengan pembacaan putusan yang dihadiri oleh para pihak dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum. (Bagian E Angka 8 SK KMA No. 129/2019)

 

“Inilah beberapa poin penting dalam pelaksanaan persidangan secara E-Litigasi yang perlu diperhatikan. Untuk hal-hal lainnya dapat Bapak/Ibu pelajari lebih lanjut dari materi slide Powerpoint yang akan kami distribusikan setelah kegiatan sosialisasi ini berakhir”, imbuhnya.

 

 

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proses simulasi yang dipandu oleh presentator kegiatan sosisalisasi ini, yakni Bapak Joshua J.E Sumanti, S.H.,M.H. Setelah proses simulasi selesai, kegiatan sosialisasi kemudian ditutup oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai. Dalam sambutan untuk menutup acara sosialisasi ini, Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Tim Presentator sosialisasi ini sekaligus menyampaikan data perkara perdata yang tengah disidangkan melalui mekanisme E-Litigasi. “Berdasarkan laporan yang saya terima dari Panitera Pengadilan Negeri Tanjung Balai, yakni Bapak Osdin Sidauruk, S.H.,M.H., selaku Koordinator Pelaksana Meja Aplikasi E-Court, saat ini Pengadilan Negeri Tanjung Balai tengah menyidangkan 4 perkara perdata melalui mekanisme E-Litigasi. Dan lebih lanjut, terdapat 2 perkara perdata lagi yang akan menyusul untuk disidangkan secara E-Litigasi, apabila proses mediasi kedua perkara tersebut telah dinyatakan tidak berhasil oleh mediatornya dan memasuki persidangan pokok perkaranya. Untuk itu, saya himbau kepada Majelis Hakim untuk terus mendorong para pihak yang bersengketa dalam perkara perdata agar persidangan dapat dilakukan secara E-Litigasi. Bapak/Ibu Hakim sekalian juga tidak perlu khawatir terkait kendala-kendala teknis yang mungkin terjadi terkait persidangan E-Litigasi ini, karena saya selaku pimpinan Pengadilan Negeri Tanjung Balai telah menunjuk Tim IT dan Petugas Meja E-Court yang siap sedia membantu Bapak/Ibu sekalian”, tutupnya.

 

 

 

(© Humas-Tim IT PN Tanjung Balai)